Seminar Umum Fakultas Ekonomi Kupas Tuntas Probematika Ketenagakerjaan

JAKARTA ( UNAS) – Salah satu permasalahan rumit yang dihadapi Indonesia adalah pengangguran. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai lebih dari 7 juta orang. Hal itu berdampak langsung terhadap tingginya tingkat kemiskinan, kriminalitas, serta masalah social politik dalam masyarakat.

Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat harus memiliki pekerjaan dan mengetahui standarisasi ketenagakerjaan yang kompeten agar siap bersaing dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa penting untuk mengetahui standarisasi tersebut agar dapat menyiapkan sejak dini sebelum akhirnya terjun ke dunia kerja.

Sadar akan hal tersebut, dalam rangka memperingati Hari Berdirinya Fakultas Ekonomi Universitas Nasional ke-53, Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Nasional (HIMAJEM UNAS) menyelenggarakan kegiatan Seminar Umum mengenai standarisasi ketenagakerjaan dan ekonomi kreatif, Selasa (26/9).

Menyandang tema “Mengamati Peluang Sektor Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kreatif Guna Melahirkan Mahasiswa yang Siap Bersaing”, mahasiswa diharapkan mengetahui lebih jelas mengenai standarisasi ketenagakerjaan dan peluang sektor ekonomi kreatif agar dapat menyiapkan diri untuk bersaing di era Global dan memajukan perekonomian Indonesia.

“Perkembangan industri kreatif akhir-akhir ini luar biasa, persaingan sudah semakin mapan. Berguliknya revolusi sudah semakin meningkat, pelayanan sudah semakin cepat sehingga perusahaan yang tidak mampu akan mengalami kerugian,” ujar  Dekan Fakultas Ekonomi, Suryono Efendi, S.E., MM. dalam sambutannya.  

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya revolusi industry, tenaga-tenaga manusia secara perlahan akan tergantikan. Hal ini berkaitan dengan peluang yang akan diambil oleh mahasiswa yang notabene akan lulus dua atau empat tahun mendatang.

Bertempat di Aula Blok 1 Lantai 4 UNAS, seminar ini mendatangkan narasumber yang berkompeten di bidang ekonomi khususnya ketenagakerjaan yaitu Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri S.Ag., M.Si., Kementrian Ketenagakerjaan Kasubdit Pengembangan Penyelenggaraan dan Evaluasi Pelatihan Kerja, Subandi, S.Pd., MM., Be-Kraf Kepala Sub Bagian Direktorat Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Maman Rahmawan, S.St., M.Si., dan Founder Ropisbak Ghifari, Muhammad Firdan.

“Ekonomi Kreatif merupakan salah satu sektor kekuatan baru perekonomian nasional di masa mendatang. Kunci Ekonomi Kreatif ini menandai transformasi proses produksi di dunia. Dulu kreatifiitas sangat bergantung dengan alat produksi namun sekarang tidak, ada pengetahuan. Itu salah satu fenomena bagi dunia Ekonomi Kreatif yang mengkolaborasikan sumberdaya manusia dan teknologi, jadi kombinasi ini menghasilkan produktifitas yang kompetisinya besar sekali,” ujar Hanif dalam paparannya.

Selain memperingati hari berdirinya Fakultas Ekonomi UNAS ke-53, tujuan diadakannya seminar ini yaitu sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mengetahui peluang ekonomi kreatif yang dapat menciptakan inovasi dan kreatifitas, guna memberikan kontribusi nyata untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00 – 13.10 WIB ini ditutup dengan pemotongan tumpeng  dan dihadiri oleh 250 mahasiswa Fakultas Ekonomi UNAS dan 3 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jayakusuma. Turut hadir pula Dekan Fakultas Ekonomi UNAS, Dr. Suryono Efendi, S.E., MM., Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNAS, Herry Krisnandi, S.E., MM dan para dosen dari Fakultas Ekonomi UNAS.