Sambut HUT RI Ke 72 UNAS Gelar Seminar Bertajuk “ Generasi Muda Sebagai Pilar Ketahanan Bangsa”

 JAKARTA ( UNAS) –  Dalam rangka memperingati HUT RI ke 72 Universitas Nasional bekerjasama dengan Pusat Studi Ketahanan Nasional dan Patriot Muda  menggelar seminar bertajuk “ Generasi Muda Sebagai Pilar Ketahanan Nasional” .  Acara yang di helat pada selasa (15/8) di ruang Aula Blok IV UNAS ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya,  Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto ( Kepala Staff Ang Laut 2005-2007) serta Dr.Ir. Abdul Basith, M.Si ( Dosen IPB dan Motivator Handal).  

 Acara yang dimoderatori oleh John Mukarom ini dimulai pukul 08.00s/d13.00. Para peserta yang  terdiri dari mahasiswa dan beberapa siswa – siswa dari sekolah kedinasan ini terlihat memenuhi ruangan sejak pukul 07.00 WIB.

 Hadir sebagai pembicara utama Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto, langsung membuat suasana diruang aula menjadi riuh dikarenakan pria yang pernah bertugas di yugoslavia ini mencoba meyakinkan kembali akan ikrar dari Pancasila yang diucapkan oleh para pendiri bangsa.  

“ Ayo saya minta semua yang hadir disini untuk berdiri dan mengangkat tangan kanan keatas, mari kita ucapkan bersama – sama Ikrar Pancasila sebagai bentuk rasa nasionalisme dan kecintaan kita kepada NKRI,’’ ucap Slamet Jakarta.

Dalam materinya Slamet mencoba menyinggung gaya hidup generasi muda saat ini yang cenderung bersikap acuh tak acuh terhadap sesama. Perkembangan teknologi yang terlampau canggih ungkapnya, memnyebabkan ketidaksiapan pada diri anak muda untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan akibatnya mereka cenderung untuk belajar serba instan. Mereka lebih mencintai budaya luar negeri, lebih mengidolakan artis-artis luar negeri akibatnya tanpa disadari rasa nasionalisme dan patriotisme akan betapa heroiknya perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan ini hanya menjadi cerita atau dongeng semata.

Contohnya mereka lebih hapal dengan lagu – lagu dan bait – bait syair dari lagu – lagu bertemakan cinta baik dalam maupun luar negeri dibandingkan dengan menghapal pancasila dan UUD 1945.  Atas dasar inilah Pusat Studi Ketahanan dan Patriot Muda terus menggiatkan rasa cinta dan kesetiaan akan budaya dan Bhinneka Tunggal Ika yang ada di Indonesia.

 “ Saya sangat senang diberikan kesempatan untuk bisa berbicara dihadapan kalian,  dimana dipundak kalianlah  masa depan bangsa ini dititipkan. Saya berharap bahwa dimasa mendatang  para generasi muda harus paham betul tentang pancasila sebagai falsafah bangsa, sebagai nilai, dan asas jati diri bangsa”, tegas Slamet.

 Tidak hanya dibekali oleh wawasan tentang nasionalisme dan ketahanan nasional para peserta seminar kali inipun berkesempatan untuk mendapatkan materi tentang bagaimana menjadi generasi muda yang tangguh dan berjiwa pemimpin. Tak tangung – tanggung pada kesempatan kali ini panita acara menghadirkan seorang motivator handal sekaligus dosen berprestasi dari IPB yaitu Dr. Ir. Abdul Basith, M.Sc. Dalam materinya Pria yang telah mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai motivator handal dibidang pendidikan dan kewirausahaan ini mencoba merubah pola pikir peserta yang rata – rata masih berusia belia untuk tidak lagi berfikir menjadi seorang  pekerja.

Ia pun menambahkan bahwa tangan diatas lebih baik dari tang dibawah yang berarti jangalah kita selaku generasi muda memiliki sikap pengecut dan rendah hati. Jangan menjadi seseorang selalu minta dihargai, minta dikasihani, selalu minta kerjaan dan selalu minta diberikan fasilitas lebih. Hal inilah tegasnya, yang membuat bangsa Indonesia tertinggal dari bangsa – bangsa lain seperti Jepang, China bahkan Malaysia. Dengan merubah pola pikir dan berjiwa pemimpin, pria yang telah menggelar seminar dengan dihadiri sebanyak 18.000 mahasiswa inipun yakin bahwa potensi akademik dan skill yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia dapat bersaing dengan kekuatan bangsa – bangsa lain.