PUDARNYA KARAKTER MANUSIA INDONESIA

JAKARTA [UNAS] – Revolusi mental merupakan selogan yang diungkapkan di era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sekarang ini, revolusi mental ini awalnya dicetuskan oleh Presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Sejalan dengan program pemerintah, Kementrian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Universitas Nasional menggelar acara yang bertema “Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental” Kita Tingkatkan Indonesia Berintegrasi, Beretos Kerja dan Bergotong Royong.

Revolusi Mental ala Soekarno adalah semacam Gerakan Hidup Baru untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali dan berjiwa api. Berbanding terbalik dengan kondisi manusia Indonesia sekarang ini, karena sudah melunturnya budaya ketimuran yang selalu dijunjung oleh masyarakat Indonesia dan menjadi wajah dimasyarakat dunia.

Revolusi Mental merupakan cara untuk merubah nilai-nilai karakter bangsa menjadi lebih baik lagi dan memiliki ciri yang khas sebagai manusia Indonesia” dalam ucapannya Dr. Firdaus Syam, M.A. Wakil Direktur Sekolah Pasca Sarjana pada acara tersebut di Ruang Aula Blok 1 Universitas Nasional, Selasa (10/5).

Berubahnya nilai-nilai karakter bangsa ini lah yang menjadi kecemasan baik dari pihak pemerintah atau pun pihak akademis, sehingaga sosialisasi dan pembuatan produk revolusi mental yang kongkrit lah yang diharapkan dapat merubah nilai-nilai karekter manusia Indonesia.