Prihatin Dengan Kerusakan Lingkungan, Magister Biologi Luncurkan Buku “ Potensi Keanekaragaman Hayati di Muara Gembong”

Muara Gembong merupakan wilayah pesisir yang terletak di pantai utara Jawa Barat. Keberadaanya sangat vital, diantaranya berperan sebagai “ benteng” tepi laut, penyerap karbon, tempat pemijahan ikan dan udang dan sebagai habitat satwa liar. 

Dalam rangka Dies Natalis, Universitas Nasional yang ke-68 Prodi Magister Biologi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional  menyelenggarakan seminar bertajuk “ Pengembangan Potensi Keanekaragaman Hayati untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Muara Gembong”.  Selain  diisi dengan seminar kegiatan kali inipun bertepatan dengan diluncurkan buku berjudul “ Potensi Keanekaragaman Hayati Muara Gembong”.  Buku yang disusun atas dasar penelitian yang didukung oleh berbagai element, serta perusahaan inipun cukup mendapat apresiasi yang baik dari seluruh peserta yang hadir pada Selasa (11/10). 

Dalam sambutannya Guru Besar UNAS, Prof. Dr. Maswadi Rauf, M.A. menuturkan kegiatan seminar seperti ini harus selalu digalakan oleh seluruh fakultas yang ada di Universitas Nasional, ungkapnya mahasiswa yang berada di sekolah pasca sarjana diharuskan untuk lebih aktif dan proaktif dalam menyelenggarakan kegiatan akademik dimana semua itu bertujuan untuk mencerdaskan masyarakat. 

Menurut Guru Besar Ilmu Politik  UNAS ini, kehadiran para akademisi yang kritis dan produktif dapat menjadi sebuah angin segar bagi permasalahan yang terjadi disekitar masyarakat. Contohnya, saat ini, para dosen, peneliti, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar biologi telah memberikan solusi bagi rusaknya ekosistem dan habitat baik flora dan fauna, seperti satwa liar yang dilindungi maupun hutan mangrove yang saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan. ‘’Dengan diterbitkannya buku berjudul Potensi Keanekaragaman Hayati di Muara Gembong ini menjadi bukti nyata atas kontribusi UNAS dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,’’ ungkap Maswadi siang itu. 

 “ Saya sangat senang sekali bisa hadir pada acara seminar kali ini karena menurut saya seminar kali ini terasa berbeda dikarenakan berbarengan dengan peluncuran buku yang telah digagas oleh tim. Hadirnya buku ini merupakan salah satu solusi bagi banyaknya masalah yang terkait dengan kerusakan alam. Semoga dengan adanya buku ini para elemen yang tergabung saat ini dapat menjalin sebuah kerjasama yang lebih sinergis dan berkelanjutan guna memberikan manfaat yang sebesar–besarnya bagi masyarakat luas khususnya yang tinggal disekitar wilayah Muara Gembong”, ujarnya di Aula Universitas Nasional. 

Pada kesempatan yang sama Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si. selaku Ketua Pelaksana  menceritakan bagaimana awal mula penelitian di Muara Gembong ini dapat terealisasi. Berawal dari Social Maping yang dilakukan oleh PT Pertamina EP 3 Tambun, UNAS bersama dengan Pertamina mencoba memberikan perhatian khusus kepada daerah Bekasi Jawa Barat ini, tepatnya di ujung Bekasi yaitu  Muara Gembong, daerah yang menyimpan sejuta pesona ini memiliki berbagai macam objek wisata yang sangat menawan seperti kawasan hutan mangrove yang terbentang luas serta pesisir pantai yang begitu menyihir setiap mata yang melihat. Namun dibalik keindahan dan pesonanya,  tutur Nonon, Muara Gembong ternyata memiliki ancaman di bidang konservasi hewan langka, atas dasar itulah maka UNAS dan beberapa element memilih kawasan ini sebagai destinasi untuk penelitian.

“Tujuan seminar ini adalah untuk  mengenalkan kepada masyarakat tentang kenaekaragaman hayati yang terdapat di Muara Gembong agar peduli untuk menjaga dan melestarikannya tidak hanya perduli namun bersama- sama menjadi aktor konservasi,“ tandas Nonon Saribanon . 

Kegiatan yang digagas oleh Prodi Magister Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, Pt Pertamina EP Asset 3 Tambun Field, Yayasan KEHATI, Biodiversity Warriors Alifbata, dan Save Mugo ini ditutup dengan foto bersama dan pemberian sertifikat untuk para peserta oleh panitia.