Pelatihan Preceptorship D-IV Kebidanan Diharapkan Wujudkan Pembimbing Klinik yang Kompeten

JAKARTA – Program studi D-IV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional (FIKES
UNAS) merupakan program studi yang beriorientasi pada keahlian kebidanan praktis guna
menunjang pengembangan profesi bidan. Pada jenjang Diploma IV, mahasiswa akan dibekali dengan
kompetensi kebidanan yang lebih mahir serta dilengkapi kemampuan kependidikan untuk berkarir
sebagai tenaga pendidik di bidang kebidanan.

Salah satu bentuk pelatihan untuk dapat menciptakan tenaga pendidik kebidanan yang mahir di
bidangnya adalah Preceptorship. Pelatihan tersebut dilaksanakan supaya dapat menjadi bekal bila
kelak mahasiswa menjadi pembimbing lahan atau pembimbing institusi bagi mahasiswa D-III
kebidanan, sehingga dapat meningkatkan kompetensi keterampilan dalam bimbingan klinik atau
biasa di kenal dalam kurikulum D-III Kebidanan dengan Praktik Klinik Kebidanan (PKK).

Kegiatan ini berlangsung di UNAS dan dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr.Retno
Widowati., M.Si. dalam sambutannya beliau mengungkapkan tema dari kegiatan ini adalah
mewujudkan pembimbing klinik bagi mahasiswa D-IV kebidanan yang kompeten di Program Studi
Kebidanan UNAS. “Tujuan kegiatan ini yakni sebagai bekal daripada mahasiswa D-IV kebidanan
UNAS yang kelak akan menjadi pembimbing klinik diLapangan baik di institusi pendidikan maupun
di institusi kesehatan. Oleh karena itu dengan bekal ini kami mewujudkan pembimbing klinik untuk
mahasiswa D-III kebidanan” tutupnya, Jumat (11/8).

Precertorship merupakan suatu metode pegajaran dimana seorang praktisi yang memiliki pengalaman
di bidangnya sehingga mampu memberikan dukungan kepada mahasiswa dan hubungan kesejawatan.
Tujuannya untuk membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat praktek,
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di kelas dalam
situasi yang nyata, dan mengembangkan potensi serta keterampilan yang bermutu dalam praktek. Hal
ini disampaikan pula oleh Ketua Pelaksana, Sri Dinengsih, SSiT, M.Kes dalam laporan kegiatannya.

Jadi preceptorship merupakan suatu model pelatihan yang khususnya UNAS membekali
mahasiswa untuk menjadi mentor CI Clinic. Untuk Narasumber, FIKES bekerjasama dengan BNSP
(Badan Nasional Sertifikasi Profesi), dan dengan organisasi profesi IBI (Ikatan Bidan Indonesia).
Dikarenakan FIKES juga mengurus Satuan Kredit Perolehan (SKP) dari Organisasi Profesi IBI untuk
pemberian sertifikat bagi peserta, sertifikat ini merupakan bagian dari SKPI ( surat Keterangan
Pendamping Ijazah ) yang sudah di rancang sebagai bagian kegiatan akademik Universitas Nasional.

Kegiatan ini bersifat formal dan disampaikan secara perseorangan dalam waktu yang sudah
ditentukan antara bidan yang berpengalaman (preceptor) dengan bidan baru (preceptee), Selain itu
didesain untuk membantu bidan baru atau calon bidan untuk menyesuaikan diri dengan baik dan
menjalankan tugas yang baru sebagai seorang bidan. Dalam pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan
lebih berkompeten dalam melakukan bimbingan terhadap mahasiswa, sehingga proses bimbingan di lapangan dapat maksimal. Selanjutnya mereka dapat mencapai target pembelajaran serta kompetensi
yang diharapkan.

Salah satu peserta terbaik dalam pelatihan tersebut, Susilawati mengungkapkan bahwa kegiatan ini
sangat bermanfaat karena peserta bisa mengetahui ilmu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
“Dalam pelatihan ini kita diajarkan bagaimana caranya membimbing mahasiswa D-III Kebidanan di
lahan praktek. Saya sangat berterimakasih karena telah diadakan pelatihan ini. Saya jadi tahu
sebenarnya untuk membimbing mahasiswa itu tahapannya seperti apa, karena selama ini kita hanya
menilai dengan sepengetahuan kita saja” tutupnya.

Kegiatan pelatihan preceptor yang berlangsung di ruang 405-406 blok 3 lantai 4 ini diikuti 227
peserta yang terdiri dari mahasiswa DIV Kebidanan Universitas Nasional yang memiliki tempat
praktek atau mahasiswa yang bekerta di instasi kesehatan, Pelatihan Preceptorship ini di bagi
menjadi 3 tahap atau gelombang dan di tiap tahap/gelombang dilaksanakan selama tiga hari yaitu,
tahap I (10-12/8), tahap II (24-26/8), dan tahap III (29-31/8). Pemateri dalam pelatihan ini
diantaranya Masfuri S.Kp.,M.N, Agung Waluyo, S.Kp.,M.Sc.,Ph.D,  Jehanara, S,ST.,M.,Keb dan
Debyantina S.ST.,M.,Keb.