Pamerkan Hak Paten, Alumni Teknik Fisika Terbangkan Drone di Workshop PPTA

JAKARTA (UNAS) – Nikola Tesla seorang ilmuwan listrik terbesar didunia yang juga sekaligus orang paling jenius di abad 19, telah  memiliki 1200 paten terdaftar atas namanya, dan semua peralatan modern yang kita kenal saat ini berasal dari buah pikiran dan keringatnya. Barang – barang elektronik seperti komputer, kipas angin, handphone, radar, x-ray, radio astronomi serta semua yang menggunakan listrik sekarang adalah hasil dari penemuan arus AC temuan darinya. Bernama lengkap Nikola Tesla pria kelahiran Yugoslavia 10 juli 1856 ini tercatat sebagai ilmuan yang pertama kali mematenkan hasil temuannya berupa remote control atau pengendali jarak jauh yang pada akhirnya menjadi dasar ilmu robotik kontemporer saat itu.Tesla jualah yang pada akhirnya memperkenalkan Pesawat Terbang Tanpa Awak ( PTTA) atau yang biasa kita kenal saat ini dengan istilah Drone.

 Drone sendiri merupakan salah satu teknologi canggih yang berupa kendaraan udara. Bentuknya tersebut menyerupai pesawat terbang atau juga helikopter yang dapat di operasikan tanpa dikendarai oleh awak atau pilot. Jika pesawat terbang di kendarai oleh pilot yang berada di dalam kabin maka drone ini memiliki pilot yang tetap tinggal di daratan dan hanya memanfaatkan fasilitas seperti remote control untuk dapat mengontrol terbang drone di udara. Beberapa kegunaan dari drone yang bisa kita lihat saat ini seperti bidang jurnalis, perfilman, penyelamatan, penelitian serta hobi. Mengingat begitu besarnya manfaat yang bisa diakses melalui teknologi drone ini maka Universitas Nasional yang di prakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika Fakultas Teknik dan Sains ( FTS ) menyelenggarakan Workshop bertajuk “ Pesawat Terbang Tanpa Awak ( PTTA)”bertempat diruang aula blok I lantai IV Universitas Nasional.

 Dalam sambutannya Dekan Fakultas Teknik dan Sains ( FTS) Basori, ST., MT mengungkapkan kekagumannya atas pencapaian yang telah diraih oelh ikatan alumni teknik fisika Universitas Nasional. Menurutnya Drone hasil buah tangan para alumni ini merupakan bukti bahwa UNAS mampu melahirkan pribadi – pribadi yang unggul dan berkualitas dibidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK). Iapun menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat memanfaatkan sesi seminar ini dengan sebaik – baiknya dengan mempraktekan ilmu yang telah didapat dengan maksimal.

 “ Untuk seluruh mahasiswa baik dari program studi teknik elektro, teknik mesin, teknik fisika maupun ilmu komputer dan informatika janganlah berkecil hati sebab dengan menekuni setiap program studi yang kita pelajari dengan maksimal maka bukan tidak mungkin kalian akan dapat menghasilkan berbagai macam hak paten seperti yang kita lihat sekarang ini yaitu Pesawat Terbang Tanpa Awak yang sudah teruji baik di militer maupun di instansi- instansi lainnya,”ujarnya.

 Hadir sebagai pembicara utama pada seminar kali ini Erman Adharian, ST. MT. Ia mencoba memperkenalkan hak paten nya berupa drone atau pesawat terbang tanpa awak yang merupakan hasil inovasi Erman beserta tim nya yang tergabung dalam ikatan alumni teknik fisika Universitas Nasional. Pria yang saat ini masih tercatat sebagai dosen tetap Universitas Nasional program studi teknik fisika inipun menghimbau agar para mahasiswa yang saat ini tengah menepuh masa studi di Unas agar dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik – baiknya tentunya dengan memperkaya wawasan dan pergaulan yang positif sehingga nantinya bisa memberikan hasil yang memuaskan baik dari segi nilai akademik maupun dari segi akhlak dan prilaku.

Erman menambahkan bahwa hadirnya drone ini adalah bentuk sumbangsih dari Ikatan Alumni Teknik Fisika kepada almamater baik berupa workshop, pelatihan – pelatihan maupun seminar. Diharapkan kemunculan drone ini bisa membuka wawasan  bagi para mahasiswa teknik fisika bahwa lulusan teknik fisika tidak hanya dapat bekerja di bidang minyak bumi, industri, otomotif  serta pabrikasi saja melainkan dapat bekerja dibidang teknologi perkapalan khususnya drone ini.

 “ Kalian harus mampu mengembangkan teknologi drone beserta subsistem – subsistemnya agar nantinya bisa dijadikan tugas akhir sehingga nantinya  bisa dijadikan sebagai  hak paten yang pada akhirnya kalian bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” ujar Erman.