Nostalgia Sandy Canester Terungkap di Universitas Nasional

Bayangan seorang pria terlihat akan meninggalkan sebuah ruangan, tak lama kemudian terlihat badan tinggi berjalan meninggalkan pintu studio. Senyum dan kacamata manis terpampang di wajahnya, hal itu membuat beberapa perempuan yang menunggunya tersenyum dan tertawa girang.

“Terima kasih semuanya, saya merasa fun sekali di sini,” suara merdunya membuat perempuan seisi ruangan kecil itu tertawa senang. Dengan ramah pria tersebut memasuki ruangan lain untuk sesi wawancara. Pria tinggi, penuh senyum dan ramah ini bernama Sandy Canester.

Pria berumur 36 tahun ini adalah pelantun lagu “Cemburu” pada film Dealova yang membuatnya naik daun. Penyanyi kelahiran Jakarta ini sudah merilis lebih dari 20 lagu dan menciptakan lagu untuk musisi terkenal seperti Ari Lasso dengan judul “Lirih”. Musisi berbakat di Indonesia ini sudah memulai karirnya ketika memenangkan gelar juara 2 menyanyi se-Jabodetabek pada usia 11 tahun dan pada tahun 1993 meraih juara 1 pada ajang “Lagu Pilihanku” yang digelar di TVRI. Dengan bakat yang dimilikinya, Ia dapat mewakili Indonesia pada “Ajang Bagus” pada 1997.

Sandy Canester diundang oleh radio Universitas Nasional (UNAS) untuk berbincang tentang single terbarunya. Undangan ini bertujuan untuk memeriahkan Dies Natalis UNAS yang ke 67. Sebagai tamu spesial radio UNAS, Sandy juga didaulat untuk bercerita tentang single terbarunya yang berjudul “Sedang Jatuh Cinta”.

Dibutuhkan waktu untuk menunggu Sandy beberapa menit, karena banyak mahasiswi yang mengajak selfie dan sesi foto bersama. Setelah dilakukan sesi foto bersama, Sandy juga tidak lupa mengajak mahasiswa dan mahasiswi untuk membuat video bersama. Isi video tersebut adalah “say hey” untuk Sandy dan ucapan terima kasih sudah mau datang ke radio UNAS.

Ketika ditanya tentang suasana di UNAS dan radionya, terdengar kabar yang mengejutkan seluruh mahasiswa di ruangan tersebut. “Saya dari dulu tahunya UNAS itu bagus, apalagi dulu saya punya gebetan anak UNAS. Jadi kan anter jemput keluar masuk UNAS. Jadi saya tahu betul kalau UNAS itu bagus banget,” ujar Sandy sambil tertawa mengenang cerita.

Serentak mendengar cerita tersebut semua menjadi ribut. Ia pun berkomentar tentang radio UNAS, “radio UNAS keren, orang-orangnya juga ramah dan tempatnya enak. So far emang UNAS keren dan berita miring juga tidak benar”.

Suasana yang awalnya tenang serentak menjadi ramai seakan untuk backsound acungan ibu jari Sandy. Dengan keceriaan yang dimunculkan dengan kehadiran Sandy waktu pun tanpa sadar sudah berlalu dengan cepat. Saat memberikan kesan dan pesan dapat dilihat semangat dalam kata-katanya, “Ketika kalian melakukan sesuatu saat ini, hal itu akan terbawa dan terkenang sampai kalian dewasa nanti. Jadi lakukan hal yang baik sekarang untuk UNAS terutama untuk bangsa sendiri,” imbuhnya mengakhiri sesi wawancara.

Tidak lupa Sandy memberikan kata-kata penyemangat “UNAS PIONIR PERUBAHAN!”. Dengan selesainya kegiatan yang dilakukan, Sandy dengan sopan berpamitan dengan kepala laboratorium radio, serta mahasiswa UNAS.