Magister Ilmu Administrasi UNAS – STIA Bina Banua Banjarmasin Kuliah Umum Bersama

JAKARTA – Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan kuliah umum Program Studi Magister Ilmu Administrasi (MIA) dengan mendatangkan mahasiswa pascasarjana dari STIA Bina Banua Banjarmasin, Kamis (24/8). Kuliah umum tersebut membahas mengenai program penelitian mahasiswa pascasarjana STIA Bina Banua dan paparan materi yang disampaikan oleh dosen tetap magister administrasi publik UNAS, Dr. AF. Sigit Rochadi, M.Si.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UNAS Drs. Firdaus Syam, MA., PhD menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian jalinan kerjasama antara dua kampus swasta yang berkaitan dengan dunia pendidikan baik itu penelitian, pengabdian, atau kerja lapangan. “Harapan saya kita bisa menggali informasi dan menjalin kerjasama lebih besar serta mengembangkan hal-hal lebih produktif bagi ilmu administrasi. Saya kira peranan mahasiswa magister ini bisa mengelola negara kita menjadi kedepan dan semua itu menjadi tantangan yang saya hormati” tutupnya.

Membahas mengenai Pemberdayaan Petani melalui Reforma Agraria, Sigit mengungkapkan bahwa reforma agraria itu menjadi program pemerintah yang dijalankan berdasarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) nomor 9 tahun 2001. Ia juga berbicara mengenai kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, dan konflik agrarian yang merupakan alasan dijalankannya reforma agraria.

“Jumlah kemiskinan di desa kita ini lebih besar daripada di kota, ciri-cirinya mereka tidak memiliki sumber daya khususnya tidak punya tanah. Tempatnya berpindah-pindah dan tidak ada kepastian yang bersangkutan memperoleh pendapatan setiap bulannya. Kedua adalah ketimpangan, ketimpangan tanah dimana petani yang merupakan mayoritas penduduk di negeri ini hanya menguasai tanah yang jumlahnya sangat kecil karena sebagian besar dikuasai oleh pemerintah dan perusahaan. Pengangguran juga masih tinggi intensitasnya di negeri kita. Sedangkan konflik agraria terbesar terletak pada perkebunan” ujar Sigit.

Ia juga menambahkan bahwa penduduk menjadi mainan pontang panting antara desa kecil dan kota besar dikarenakan penduduk tidak memiliki kepastian usaha. Hal itu disebabkan oleh lahan yang pernah ditempati dilanda konflik, baik konflik antara penduduk dengan pengusaha, penduduk dengan pemerintah. Alumni S1 Ilmu Politik UNAS itu berharap bahwa mahasiswa S2 dapat mengambil topik dalam tesis mereka mengenai kebijakan reforma agrarian, kebijakan pengentasan kemiskinan, serta kebijakan penempatan kembali dan perlindungan penduduk asing karena topik ini sangat menarik untuk ditindaklanjuti.

“Program ini sangat bermanfaat karena kita bisa memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa. Dan melalui kunjungan ini juga, mahasiswa dapat saling berbagi dan menggali informasi mengenai persiapan mereka untuk menyusun rencana penelitian tesis,” ujar Dr. Murakhman Sayuti Enggok, MP. Selaku dosen pendamping dari STIA Bina Banua Banjarmasin.

Acara yang bertempat di Menara UNAS 1 itu dihadiri oleh 18 mahasiswa pascasarjana Ilmu Administrasi STIA Bina Banua Banjarmasin dan 2 dosen pendamping yaitu Dr. Murakhman Sayuti Enggok, M.P., dan Dr. Ismiyati Rahayu, M.Si. Serta dihadiri pula oleh para pimpinan Sekolah Pascasarjana UNAS diantaranya, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UNAS Drs. Firdaus Syam, MA., PhD., Ketua Program Studi S2 Ilmu Administrasi Dr. Rusman Ghazali, M.Si., Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Administrasi Dr. Zulmasyhur, M.Si., dan dosen tetap S2 Ilmu Adminstrasi Dr. AF. Sigit Rochadi, M.Si.