Lee Eun Bin, Hadiah dari Negeri Ginseng

JAKARTA – Semangatnya dalam mengajar tak pernah henti. Dengan gaya casual dilapisi balutan kemeja dan celana panjang, gadis rambut coklat ini selalu menarik perhatian orang disekitarnya. Raut wajah yang sedikit lelah, tak membuat dirinya patah semangat. Lee Eun Bin, begitu namanya. Gadis yang lahir di Incheon, Korea Selatan 21 tahun silam ini merupakan mahasiswi dari Catholic Daegu University di Korea. Bagi orang yang melihatnya, gadis kelahiran 14 Maret 1996 ini terkesan unik, supel, dan ramah. 

Menjadi guru bahasa Korea merupakan impiannya dikemudian hari. Hal tersebut sangat menyenangkan baginya. Kebiasannya tersenyum merupakan ciri khas dari jiwa seorang guru. Sabar dan tetap rendah hati merupakan kunci keberhasilannya dalam mengajar. Dengan menempuh pendidikan bahasa Korea di kampusnya, anak tunggal ini selalu berbagi ilmunya dengan orang-orang terdekatnya. Walau tak lihai berbahasa, ia tetap berusaha menafsirkan dengan gesture tubuhnya. “Mengajar banyak orang itu sangat menyenangkan. Saya suka berkomunikasi dengan orang-orang baru. Seperti saat mengajar di UNAS ini, mereka sangat antusias” ucapnya dengan senyum. Gadis yang menyukai mie goreng ini mengaku sangat bangga dengan mahasiswa UNAS, khususnya mahasiwa Bahasa Korea yang begitu antusias saat menyambut kedatangannya.

Lee begitu senang dengan orang Indonesia. Murah senyum, ramah, dan suka merangkul merupakan alasannya. Dara yang hobi baca novel ini juga begitu takjub dengan keindahan Indonesia. Menghabiskan waktu sekitar 3 hari di Pulau Pari, Kepulauan Seribu sudah cukup membuat Lee  jatuh cinta. “Saya akan balik lagi kesini dikemudian hari. Saya cinta Indonesia” ungkapnya dengan antusias.

Gadis angkatan 2014 di Catholic Daegu University ini juga hobi menulis. Menjadi jurnalis kampus merupakan selingannya dalam belajar. “Kebiasaan saya setelah belajar di kampus adalah membuat koran kampus, saya senang karena koran mempunyai banyak informasi dan pengetahuan, itu semua berdasarkan fakta.” Menurutnya, membaca merupakan hal yang penting bagi mahasiswa.

Lee telah menunjukkan kepada kita, bahwa mempelajari bahasa asing begitu penting. Apalagi saat ini persaingan secara global sudah semakin ketat. Semangatnya dalam belajar dan mengajar tak pernah henti. Ia tak pernah merasa puas dengan yang dicapainya saat ini. “Semoga bahasa Korea UNAS semakin bagus dan saya harap banyak mahasiswa yang bisa belajar bahasa Korea,” harapnya.

Ditemui diruangannya, Jumat, (25/8) Wakil Direktur Akademi Bahasa Nasional Fitri Meutia, S.S., M.A. mengungkapkan bahwa kedatangan Lee dari Catholic Daegu University merupakan bentuk pertukaran budaya antardua kampus. “Ini merupakan bentuk kerjasama. Catholic Daegu University mengirimkan mahasiswanya saat Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk mengajar ke UNAS, sebagai timbal balik UNAS juga mengirimkan mahasiswanya untuk belajar bahasa Korea ke Daegu University,” tutupnya.