Koordinator Kopertis Wilayah III: Prof Kautsar Satu-Satunya Guru Besar dari Jalur NIDK di Indonesia

JAKARTA (UNAS) — Universitas Nasional kembali menambah jumlah guru besarnya. Kali ini, penambahan guru besar datang dari Prof. Dr. Kautsar, M.Si yang merupakan dosen Program Studi Ilmu Politik, Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional. Serah terima Surat Keputusan (SK) pengangkatan guru besar ini disampaikan oleh Koordinator Kopertis Wilayah III, Dr. Ir. Illah Sailah kepada Prof. Dr. Kautsar, di Kopertis Wilayah III, Selasa (1/11).

Serah terima ini turut disaksikan oleh Ketua Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), Dr. Ramlan Siregar, M.Si, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Iskandar Fitri, S.T., M.T dan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan SDM, Dr. Eko Sugiyanto, M.Si.

Menurut Illah Sailah selaku Koordinator Kopertis Wilayah III, penobatan Prof. Dr. Kautsar sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Politik di UNAS, merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Kopertis Wilayah III. ‘’Prof. Kautsar adalah satu-satunya dosen yang dianugerahi gelar professor atau guru besar melalui jalur Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) di Indonesia,’’ ujar Illah saat penyerahan Surat Keputusan (SK) Guru Besar di Kopertis Wilayah III.

NIDK, lanjut Illah, adalah nomor induk yang diberikan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk dosen atau instruktur yang bekerja paruh waktu atau dosen yang bekerja penuh waktu tetapi satuan administrasi pangkalnya berada di instansi lain dan diangkat perguruan tinggi berdasarkan perjanjian kerja.

‘’Dengan dinobatkannya Prof. Kautsar sebagai guru besar diharapkan dapat memacu semangat para dosen yang ada di UNAS untuk terus meningkatkan kinerja serta pengabdian di dunia pendidikan,’’ ungkap Illah. Ia turut menyarankan agar dosen-dosen yang saat ini masih aktif mengabdi di UNAS untuk segera mengurus kepangkatanya. Sebab, lanjut Illah, di Kopertis Wilayah III saat ini tengah kekurangan dosen atau tenaga pengajar yang kompeten dan layak dari segi gelar akademik dan keilmuan.

Ditemui di tempat yang sama, Prof. Dr. Kautsar mengungkapkan bahwa UNAS telah memberikan kontribusi yang besar dan nyata bagi pencapaiannya hingga bisa seperti saat ini. Melalui UNAS jualah, lanjutnya, ia bisa mendapatkan Gelar Kehormatan sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Politik. Pria yang telah mengabdikan diri di UNAS sejak tahun 1982 ini lalu mengungkapkan keinginannya untuk terus berkontribusi terhadap kemajuan Universitas Nasional yang sangat dicintainya. Ia juga berharap dengan bertambahnya jumlah guru besar yang dimiliki UNAS dapat memberikan dampak yang positif bagi perkembangan publikasi dan akreditasi institusi tersebut.

Sementara itu, dilain kesempatan, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nasional, Prof. Dr. Iskandar Fitri, S.T., M.T turut menyambut baik penambahan guru besar ini. ‘’Kita turut berbangga dan senang atas dinobatkannya Bpk Kautsar sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Politik,’’ ungkap Iskandar. Ia juga optimis dengan tren penambahan jumlah guru besar yang ada di UNAS diiringi juga dengan peningkatan-peningkatan diberbagai sektor baik dari segi pelayanan, fasilitas maupun tenaga pengajar yang tentunya akan berdampak kepada kualitas publikasi dan promosi Universitas Nasional yang semakin bagus.

“Kedepannya kita akan terus mengadakan evaluasi secara menyeluruh khusunya dibidang program studi yang saat ini masih berstatus Cukup Baik (C) kedepannya akan ditingkatkan menjadi Baik (B) atau Baik Sekali (A), untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sinergi antara Pihak Rektorat, Para Pimpinan Biro, jajaran dosen maupun karyawan untuk saling meningkatkan dan berkoordinasi satu sama lain guna menjadikan UNAS sebagai World Class University,” ungkapnya. (PIB*)