Kemeriahan Reuni Sastra UNAS Lintas Angkatan Lintas Jurusan

Sudah saatnya kita selaku alumni sastra untuk mulai bangkit ditengah – tengah gempuran karya – karya sastra yang saat ini tengah didominasi oleh cerita fiktif belaka. 

 JAKARTA ( UNAS) –  Seakan terbawa dengan nuansa negeri matahari terbit halaman kampus UNAS disulap menjadi parade seni budaya. Puluhan mahasiswa dan mahasiswi berbaris rapih membentuk sebuah formasi lengkap dengan kimono yang mereka kenakan. Kehadiran mereka berhasil mencuri perhatian ratusan calon mahasiswa baru yang pada saat bersamaan sedang melangsungkan test ujian masuk di UNAS.

Tidak hanya mahasiswa dari program studi bahasa Jepang saja yang berkesempatan untuk unjuk kebolehan melainkan mahasiswa dari jurusan bahasa  Korea dan bahasa Inggris juga turut meramaikan acara yang sejatinya akan digelar  hari ini Sabtu ( 19/8).  Sebanyak 300  peserta yang terdiri dari para alumni dari mulai angkatan 1985 sampai 2016 ini dijadwalkan akan menghadiri acara yang bertajuk   “ Reuni Sastra 2017”.  

Acara yang digelar di ruang Aula blok 1 lantai IV  UNAS ini dibuka dengan seminar kewanitaan yang dibawakan oleh alumni. Tawa serta gelak tawa menghiasi setiap kedatangan para alumni yang mulai berdatangan sejak pukul 10.00 WIB,  mereka seakan terbawa oleh suasana beberapa puluh tahun silam disaat mereka masih bersama – sama menimba ilmu di kampus tercinta ini.

Ditemui seusai acara Dekan Fakultas Sastra Drs, Somadi. M.Pd menuturkan bahwa tujuan diadakan reuni ini adalah untuk menyatukan beberapa alumni dari berbagai angkatan untuk bisa kembali ke Almamater mereka yang kemudian dapat memebrikan kontribusi baik wawasan keilmuan, pengalaman serta kekuatan link yang mereka miliki agar nantinya bisa membawa UNAS pada umumnya serta fakultas sastra khususnya menuju keadaan yang lebih baik lagi dari saat ini. Perlu diketahui tambah Somadi, saat ini pendidikan sastra didunia pendidikan khususnya perihal kurikulum sudah tidak menjadi prioritas utama lagi dikarenakan tergerus oleh cabang – cabang ilmu lainnya. Hal inilah yang membuat ia dan rekan – rekan untuk membuat suatu program yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Dengan ilmu sastra ujarnya, kita dapat mensosialisasikan kepada masyarakat baik lewat tulisan, lewat puisi bahkan lewat lagu maupun karya- karya ilmiah lainnya tentang isu – isu yang saat ini meresahkan masyarakat. Maka dari itu ilmu sastra tidak bisa dipisahkan oleh cabang – cabang ilmu lainnya sebab satu sama lain saling berkaitan.  Sebagai contoh jika kerjasama antara mahasiswa , dosen dan alumni dapat berjalan dengan sinergis dan berkesinambungan maka akan kita dapati sebuah  ide – ide atau gagasan – gagasan yang nantinya bisa menghasilkan program kerja nyata atau karya nyata yang dapat berimbas baik perbaikan sistem serta tata kelola pendidikan yang ada dilingkungan kampus UNAS. Oleh karena itu ujar Somadi, semoga momen reuni ini dapat menjadi awal bagi terbentuknya sebuah hubungan yang harmonis antar seluruh keluarga besar UNAS demi mencapai tujuan kita bersama.

“  Ini adalah langkah awal bagi kita selaku alumni fakultas sastra UNAS untuk kembali mensosialisasikan kepada masyarakat akan  pentingnya pendidikan moral bagi generasi muda. Seperti kita ketahui Indonesia saat ini tengah dilanda krisis moral yang mengakibatkan sebagian besar anak – anak muda terjerumus kedalam pergaulan bebas dan narkoba. Kita selaku penggiat sastra dapat memanfaatkan momentum ini untuk saling berbenah diri dan mengahasilkan sebuah karya sastra yang dapat dibaca, dipelajari dan dinikmati oleh para generasi – generasi muda. Kita sadar akan pentingnya budaya membaca bagi kecerdasan intelektual seseorang maka dari itu lewat reuni ini kita mencoba memberikan konsep metode yang berbeda yaitu ayo menulis ayo motret ayo bermusik. Lewat tiga kegiatan itulah diharapkan  dapat memberikan kontribusi berupa karya – karya sastra yang sarat akan nilai – nilai moral, religi dan nilai akademik”,tutup Somadi