Diskusi Publik Energi

JAKARTA [UNAS] – Energi merupakan salah satu kebutuhan seluruh bangsa selama ini, baik energy fosil maupun energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Melihat pentingnya energi bagi sebuah bangsa termasuk Indonesia, bidang pendidikan dan pemerhati energi mengadakan diskusi public yang dilaksanakan dengan tujuan menjelaskan dampak – dampak dan kritis dalam perencanaan yang dibuat oleh pemerintah untuk terciptanya kedaulatan energi nasional.

Senada dengan itu Drajat H. Djukahdi Senior Marketing Research PT. Sucofindo mengatakan bahwa “Pemerintah harusnya menjadi pemegang keputusan baik kerjasama dengan investor asing maupun investor lokal. Namun seharusnya yang perlu diutamakan ialah investor lokal, selain itu harus sinerginya berbagai kalangan yang terkait energi. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga para pegawai dibidang tersebut agar terbentuknya kekuatan nasional.

Bangsa – bangsa memiliki kecenderungan untuk memiliki dan mendominasi atau menguasai sumber – sumber energi bangsa lain, bangsa – bangsa tersebut memandang bahwa sumber energi fosil merupakan nafas utama sistem pertahanan yang wajib untuk di perjuangkan bahkan dengan operasi militer.

“Waktunya negara kita berubah dan bertransformasi dalam bidang energi, terkadang kita selalu terkait dengan kontrak karya yang di kuasai oleh investor asing. Sehingga sudah semestinya kita menjaga dan mengawasi kontrak karya yang diberikan kepada investor asing dengan peraturan yang memang berpihak kepada kepentingan negara Indonesia,” ujar Dr. Ucuk Darusalam, ST, MT Dekan Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional.

Diskusi publik tersebut merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional dan Fakultas Teknologi komunikasi dan Informatika (FTKI) UNAS bekerjasama dengan Sucofindo, Public Trust Institute Indonesia dan Surveyor Indonesia. Kegiatan ini memiliki tema “Mewujudkan Kedaulatan Energi Nasional” dan dilaksanakan di Ruang Akademi Akutansi Nasional Universitas Nasional, Kamis (29/9).

Diharapkan dengan diadakannya diskusi publik energi ini dapat membuka dan memberikan pemahaman tentang kedaulatan energi nasional, selain itu diharapkan diskusi publik ini dapat memunculkan pendapat atau masukan yang membangun kedaulatan energi nasional.